Perayaan Paskah tinggal menghitung hari. Di Indonesia hari Paskah sendiri jatuh pada bulan April 2017. Namun di bagian bumi lainnya, Hari Paskah ada yang jatuh tepat pada hari Sabtu, bahkan ada pula yang Senin. Yang jelas, umat Kristiani di berbagai belahan dunia telah menyiapkan segala sesuatu tentang perayaan Paskah sejak jauh-jauh hari.

Mereka bersiap untuk memperingati Hari Paskah sesuai tradisinya masing-masing. Ada yang memakan cokelat berbentuk kelinci, berburu telur Paskah, menerbangkan layang-layang, sampai membaca novel thriller.
Berikut 5 daftar negara dengan tradisi unik rayakan paskah :

1. Norwegia

Norwegia memiliki tradisi yang unik dalam merayakan Hari Paskah. Mereka mempunyai musim yang dikenal sebagai ‘Easter-Crime’ atau Paaskekrim. Perayaan Paskah pun banyak dimanfaatkan masyarakat Norwegia untuk membaca buku-buku misteri atau novel yang hanya keluar pada hari Paskah.

Tetapi ada juga yang menonton serial detektif yang ditayangkan di televisi nasional. Bahkan sebagian besar stasiun televisi mengubah jadwal mereka sehingga hanya menampilkan film seri pembunuhan saat hari Paskah. Tradisi ini ternyata sudah berlangsung sejak tahun 1923.

2. Perancis

Di Perancis, tradisi perayaan Paskah yang sudah berlangsung cukup lama adalah lonceng gereja di Perancis tidak akan berbunyi selama tiga hari Paskah. Padahal, lonceng geraja di Perancis terkenal tidak pernah berhenti berbunyi sepanjang tahun.

Menurut legenda, selama tiga hari, sejak Jumat Agung lonceng gereja sedang melakukan perjalanan ke Roma untuk diberkati dan akan kembali pada Minggu Paskah. Setelah lonceng kembali ke gereja, akan ada cokelat dan telur yang disebarkan pengurus gereja ke kebun. Legenda inilah yang mendasari anak-anak akan berlomba mencari telur dan cokelat di kebun rumah mereka saat pulang dari gereja.

Satu lagi tradisi Paskah lainnya di Perancis adalah omelet raksasa. Setiap tahunnya sebuah omelet raksasa disiapkan di alun-alun utama kota Haux, Paris. Omelet ini terbuat dar sekitar 4.500 butir telur ayam dan bisa disantap oleh sekitar 1.000 orang.

Pencetus tradisi ini adalah Napoleon. Ketika itu ia dan tentaranya sedang bepergian. Saat melintasi bagian selatan Perancis, mereka singgah sejenak di sebuah kota kecil dan menyantap omelet. Napoleon ternyata sangat menyukai omelet, sampai-sampai ia memerintahkan warga kota untuk mengumpulkan telur dan membuat omelet raksasa untuk pasukannya di hari berikutnya.

3. Polandia

Sementara itu di Polandia ada tradisi bernama Smingus-Dyngus yang dilakukan untuk merayakan Paskah. Tradisi ini dilakukan tiap Senin setelah Paskah. Anak laki-laki membasahi dan menyiram teman-temannya menggunakan berbagai cara, bisa dengan pistol air atau ember.

Mereka pun percaya jika ada perempuan yang terkena semprotan atau siraman air, maka ia akan menikah tahun ini. Tradisi siraman ini merupakan lambang prosesi pembaptisan Pangeran Meiszko dari Polandia pada Senin Paskah tahun 966 SM.

4. Yunani

Kota Verges di Spanyol sudah melakukan tradisi perayaan Paskah sejak Kamis Putih. Masyarakat melakukan tarian tradisional Dansa De La Mort, atau tarian kematian. Mereka pun menggunakan kostum kerangka dan berparade di jalan raya untuk mengenang kembali penderitaan Yesus. Prosesi ini berakhir dengan kehadiran orang menggunakan kostum kerangka yang menyeramkan sambil membawa kotak abu. Tarian ini dilakukan selama tiga jam, mulai pada tengah malam dan berakhir dini hari.

5. Swedia

Perayaan Paskah di Swedia di mulai sejak hari Sabtu. Pada hari itu, anak-anak akan berdandan seperti penyihir. Mereka lalu memberikan surat dan kartu pada orang tua mereka yang sudah memberikan telur dan permen sehari sebelumnya.

Di hari Minggu, semua orang akan melakukan tradisi makan bersama keluarga. Mereka akan menyantap telur, ikan, dan Jansson Temptation (kentang, bawang dan acar sarden panggang dalam krim).