Kalian pasti pernah mendengar mengenai bunga yang satu ini. Ya, Edelweis namanya. Orang sering menyebutnya dengan Everlasting Flower (bunga keabadian) karena bunga ini tak pernah mati. Bahkan, yang lebih menakjubkan umurnya mampu bertahan hingga seratus tahun. Tumbuhan langka dan dilindungi ini sering dianggap sebagai perlambang cinta, ketulusan, pengorbanan, dan keabadian.

Bunga ini hanya dapat ditemukan di daerah dataran tinggi, seperti di daerah pegunungan di Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Lombok. Bunga Edelweis hanya dapat tumbuh di tempat dengan sinar matahari yang penuh.
Edelweis umumnya memiliki kelopak bunga berwarna putih, yang mekar antara April hingga Agustus setiap tahunnya. Meskipun disebut bunga abadi, sayangnya saat ini populasi bunga edelweis sudah semakin langka. Seperti yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, yang saat ini mulai membudidayakan edelweis.
Di negara kita, kembang ini kerap disebut Eidelweis atau Edelweis. Menurut sejarahnya, Edelweiss berasal dari bahasa Jerman, ‘edel’ yang berarti mulia dan ‘weiss’ yang berarti putih. Edelweis merupakan tumbuhan gunung yang sangat cantik dan terkenal.

Bunganya kecil-kecil, yang tak layu dimakan waktu. Edelweis bisa tumbuh menjulang delapan meter. Dia tumbuhan endemik zona alpina montana di berbagai pegunungan tinggi Indonesia, termasuk di Gunung Merbabu. Disebut juga dengan nama bunga senduro, berikut 10 fakta mengenai bunga edelweis yang belum diketahui banyak orang.

  • Edelweis pertama kali ditemukan oleh naturalis asal Jerman bernama Georg Carl Reinwardt pada 1819 di lereng Gunung Gede, Jawa Barat.
  • Disebut bunga abadi karena edelweis memiliki hormon yang bisa mencegah kerontokan kelopak bunga.
  • Umumnya bunga edelweis memiliki batang setinggi 1 meter, namun pada keadaan tertentu tumbuhan ini bisa mencapai tinggi 8 meter.
  • Meskipun hidup di pegunungan, namun edelweis mampu bertahan dalam keadaan tanah yang tandus, karena mampu membentuk mikoriza yang dapat memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara.
  • Pada 2003, bunga edelweis dijadikan gambar pada perangko oleh Pos Indonesia.
  • Meskipun disebut bunga abadi, sayangnya saat ini populasi bunga edelweis semakin punah.
  • Pada 1988, terdapat 636 batang yang tercatat telah diambil dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, yang merupakan salah satu tempat perlindungan terakhir bunga edelweis.
  • Dahulu terdapat petugas di pos pendakian sejumlah gunung di Indonesia yang merazia carrier pendaki untuk menyita bunga edelweis yang dipetik oleh pendaki.
  • Bunga edelweis yang diperjualbelikan merupakan edelweis hasil budidaya, yang secara fisik berbeda dengan edelweis yang tumbuh secara alami.
  • Di luar negeri juga terdapat bunga edelweis yang disebut Leontopodium Alpinum, namun berbeda dengan edelweis yang terdapat di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *